salah satu bentuk perusahaan jasa yang membantu proses produksi adalah
Analisisgagasan 4. Percobaan proses produk 5. Uji coba produk 6. Tahap komersialisasi yaitu proses memperkenalkan produk yang diproduksi kepada para konsumen atau pembeli Setelah melakukan persiapan perencanaan proses produksi barang dan jasa, yang perlu dilakukan adalah menetapkan skala proses produksi barang dan jasa, dengan cara : a.
Seleksiproses merupakan serangkaian keputusan mengenai tipe atau jenis produksi dan peralatan yang digunakan. Salah satu tujuan paling utama dari kegiatan produksi adalah menghasilkan suatu barang atau jasa. Tour and travel, Jual tiket promo, Jasa antar jemput Lalu anda juga tahu apa itu pengertian, contoh kegiatan proses produksi adalah sebagaimana telah diulas blog jurnal by
. Contoh soal jurnal penyesuaian dan jawabannya ini digunakan perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur untuk melakukan proses pembaruan atau penyesuaian terhadap pos-pos transaksi bisnis tertentu, antara lain sewa dibayar di muka, penyusutan peralatan, depresiasi gedung, persediaan, dan beban yang masih harus dibayar..
Iniadalah kegiatan produksi cepat dan langsung menghasilkan produk (barang / jasa) untuk konsumen. Salah satu contohnya adalah produksi makanan seperti roti bakar, cakwe, makanan goreng dan lainnya. 2. Produksi Jangka Panjang. Ini adalah kegiatan produksi yang memakan waktu. Misalnya, menanam padi, menanam kopi, membangun rumah dan banyak lagi. 3.
JenisJenis Perusahaan Jasa di Indonesia. By Markey. -. April 23, 2019. 18339. 0. Perusahaan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan komoditi yang dipromosikan ke masyarakat, yaitu barang dan jasa. Perusahaan produk sudah jelas menjual beraneka ragam barang kebutuhan sehari-hari.
Rencontre Du Troisieme Type Film Complet. Sebuah perusahaan bisnis adalah salah satu komponen penting dari sistem ekonomi. Keberadaanya dibuat untuk tujuan mengatur dan memfasilitasi produksi. Produksi adalah proses paling awal sebelum konsumen menerima barang atau jasa yang bisa dinikmati. Karakteristik penting dari perusahaan adalah adanya sumber daya produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal, barang mentah dan barang setengah jadi. Itu semua adalah faktor-faktor proses produksi. Bagaimana dengan jenis dan proses produksinya? Simak ulasan lengkap mengenai produksi di bawah ini, yuk! Pengertian Produksi Setiap kegiatan yang berhubungan dengan perolehan dan pengeluaran uang disebut aktivitas ekonomi. Produksi merupakan kegiatan ekonomi yang penting karena menghasilkan berbagai macam barang dan jasa ekonomi. Produksi adalah kegiatan terorganisir untuk mengubah sumber daya menjadi produk jadi dalam bentuk barang dan jasa dengan tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk jadi tersebut. Pada kegiatan produksi, produsen tidak hanya sekadar membuat barang saja tetapi harus ada pertukaran. Pertukaran ini yang nantinya akan menyebabkan ada transaksi atau jual beli dengan uang. Membuat atau melakukan hal-hal yang tidak diinginkan atau tidak dibuat hanya untuk kesenangan saja tidak termasuk syarat produksi. Tetapi, semua pekerjaan yang bertujuan memenuhi keinginan atau permintaan adalah bagian dari produksi. Pekerjaan seperti pengacara, supir bus, tukang pos atau penata rambut adalah bagian dari proses produksi karena memenuhi permintaan orang lain seperti halnya petani, pekerja pabrik dan tukang roti. Kalau Anda akan membeli suatu barang maka harus menginginkannya, kalau tidak mau membeli maka secara ekonomi Anda tidak menginginkan barang tersebut. Tujuan Produksi Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa produksi memiliki tujuan untuk menghasilkan barang dan jasa. Barang dan jasa yang siap diterima konsumen ini sudah memiliki nilai guna dari yang sebelumnya masih menjadi barang mentah. Tujuan lain dari kegiatan produksi adalah untuk memperoleh income dan profit bagi produsen atau perusahaan, membuka lapangan kerja serta untuk menjaga relasi berkelanjutan antara produsen dan konsumen. Produksi juga membuat produsen memiliki kesempatan dalam bereksperimen untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi agar lebih baik dari proses produksi di waktu sebelumnya. Jenis Produksi Ada tiga jenis produksi yaitu produksi primer, produksi sekunder dan produksi tersier. Produksi Primer Produksi primer biasanya dilakukan oleh industri pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan. Industri ini terlibat dalam kegiatan mengekstraksi atau mengolah sumber daya yang berasal dari permukaan bumi, bawah permukaan bumi dan lautan. Produksi Sekunder Kegiatan produksi di perusahaan manufaktur dan kontruksi merupakan jenis produksi sekunder. Kegiatannya memnghasilkan barang setengah jadi dan barang jadi dari bahan mentah atau barang setengah jadi. Contohnya adalah pembuatan kendaraan bermotor, perabotan, pakaian, bahan kimia dan bangunan. Produksi Tersier Industri di sektor tersier menghasilkan semua servis yang memungkinkan barang jadi diserahkan langsung ke konsumen. Contohnya pedagang distributor, perbankan, transportasi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Baca Juga Pembahasan Harga Pokok Produksi dan Cara Menghitungnya Faktor Produksi-Tenaga Kerja Faktor Produksi Perusahaan yang memproduksi barang atau jasa pasti membutuhkan penggunaan sumber daya. Sumber daya yang menjadi faktor produksi ini akan digabungkan oleh perusahaan untuk menghasilkan arus barang dan jasa. Setiap faktor produksi mendapat imbalan atas dasar kontribusinya pada proses produksi seperti pekerja yang akan mendapatkan gaji dan perusahaan yang mendapatkan profit. Individu-individu yang terlibat dalam produksi menggunakan skill dan usaha mereka untuk membuat suatu barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Faktor ini yang disebut sumber daya manusia atau tenaga kerja. Selain sumber daya manusia, faktor lain yang mempengaruhi kegiatan produksi adalah sumber daya alam, modal dan wirausaha. Sumber Daya Alam Faktor yang mempengaruhi proses produksi adalah sumber daya alam. Semua sumber daya alam yang dapat membantu produsen untuk mengasilkan barang dan jasa yang bermanfaat. Sumber daya alam ini bisa berupa ikan di laut, matahari yang membantu mengeringkan padi, hujan yang membantu kesuburan dan berbagai kekayaan alam lain. Sumber daya ini memiliki karakteristik pasokannya tetap, ada alternatif penggunaan, tidak ada biaya produksi, heterogen dan ada hukum atau peraturan. Sumber daya alam bisa saja sewaktu-waktu habis akibat digunaka terus menerus, produsen bertanggung jawab untuk menjaga dengan berbagai cara agar sumber daya alam ini bisa terjaga kelestariannya. Selain itu, produsen juga bisa memiliki alternatif penggunaan sumber daya alam. Misalnya lahan yang hanya ditanami tomat, bisa juga ditanami dengan tanaman lain. Untuk memperoleh sumber daya alam, produsen tidak perlu mengeluarkan biaya produksi. Tapi kenyataan saat ini, sebagian besar sumber daya alam membutuhkan biaya untuk mendapatkan dan memeliharanya sehingga sering juga disebut modal. Sumber daya alam memiliki karakteristik heterogen maksudnya adalah tidak semuanya memiliki produktivitas atau kesuburan yang sama. Mungkin ada yang lebih subur, mungkin juga ada yang kurang subur. Sumber daya alam pada suatu wilayah biasanya dikelola oleh pemerintah, sehingga perusahaan sebagai produsen juga harus mengetahui bagaiman aturan mengenai pemanfaatan sumber daya alam. Sumber Daya Manusia Tenaga Kerja Faktor selanjutnya yang mempengaruhi proses produksi adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam proses produksi ini disebut juga tenaga kerja. Tenaga kerja sifatnya heterogen, yaitu memiliki keterampilan dan tugas yang bervariasi. Kalau tidak ada tenaga kerja, maka bahan mentah atau barang setengah jadi tidak dapat diproses menjadi barang yang lebih bernilai. Walau proses produksi dapat menggunakan mesin atau teknologi, tetap saja harus ada tenaga kerja yang mengoperasikannya. Hal penting yang perlu Anda perhatikan, tenaga kerja dapat berlaku sebagai subjek dan objek produksi. Maksudnya adalah produksi membutukan tenaga kerja sebagai input dan proses produksi juga untuk memenuhi kebutuhan pekerja yang juga sebagai konsumen utama. Berdasarkan kemampuan, tenaga kerja dibagi menjadi tiga, yaitu Tenaga Kerja Terdidik Skilled Labour Tenaga kerja yang memerlukan pendidikan khusus dan teratur seperti dokter, psikolog dan guru. Tenaga Kerja Terlatih Trained Labour Tenaga kerja yang memerlukan latihan dan pengalaman dalam menjalankan tugasnya seperti montir dan supir. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih Unskilled and Unstrained Labour Tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan seperti kuli bangunan atau pedagang pasar. Modal Modal atau kapital dalam produksi adalah setiap tenaga kerja dan sumber daya alam yang disimpan untuk digunakan dalam produksi di waktu mendatang. Contoh modal dalam produksi adalah benih, pupuk, mesin dan lain-lain. Modal biasanya diukur dalam bentuk uang dan nanti pelaku bisnis akan diubah menjadi sumber daya nyata seperti bahan mentah, mesin dan lain-lain. Modal digunakan untuk meningkatkan produktivitas, baik itu mempercepat atau meningkatkan output. Berdasarkan sifatnya ada dua jenis modal yaitu modal tetap dan modal lancar. Modal tetap modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali produksi seperi bangunan, mesin dan lancar modal yang akan habis dalam satu kali proses produksi. Contohnya bahan baku kain untuk membuat baju atau kayu untuk memproduksi furnitur. Wirausaha Wirausaha entrepreneur adalah pihak yang menciptakan bisnis baru untuk memperoleh keuntungan dengan menggunakan berbagai sumber daya. Wirausah melihat adanya kebutuhan pada konsumen sehingga menyatukan sumber daya dan modal untuk memproduksi barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Fungsi Produksi Fungsi produksi menunjukkan hubungan antara faktor produksi yang dimiliki input dengan tingkat produksi yang dihasilkan output. Periode produksi dibagi menjadi jangka pendek short run dan jangka panjang long run. Produksi Jangka Pendek Periode waktu dengan kondisi hanya ada satu input yang tetap dan kuantitasnya tidak dapat diubah. Kalau ada produsen yang ingin menambah jumlah produksi output dalam waktu singkat, maka kegiatan produksi bisa dilakukan dengan menambah jam kerja dan dengan tingkat skala perusahaan yang ada. Produksi Jangka Panjang Produksi ini dilakukan dalam waktu yang panjang. Pembagian fungsi produksi tidak bergantung dari lama waktu dalam proses produksi, tetapi dari jenis input yang digunakan. Proses Produksi Ada empat proses produksi yang perlu Anda ketahui, yaitu produksi panjang, produksi pendek, produksi terus menerus dan produksi berselingan. Proses Produksi Panjang Proses produksi jangkan panjang adalah proses produksi yang membutuhkan waktu lama seperti pada perkebunan atau properti. Faktor produksi ini bersifat variabel, tidak ada input tetap. Dalam industri perkebunan, memerlukan waktu dari penanaman biji atau benih hingga panen. Begitu juga industri properti dalam membangun apartemen atau perumahan. Proses Produksi Pendek Pada proses produksi pendek, konsumen akan lebih cepat menerima dan menikmati barang atau jasa yang diproduksi. Salah satu contohnya adalah industri kuliner, Anda tidak perlu menunggu waktu lama untuk mendapatkan hidangan yang Anda inginkan. Proses Produksi Terus Menerus Dalam proses produksi ini, produsen mengolah bahan mentah secara berurutan dan terus menerus melalui beberapa tahap untuk mengasilkan bahan jadi yang lebih bernilai. Contohnya adalah produksi kertas. Proses Produksi Berselingan Untuk menghasilkan output berupa barang jadi, proses produksi berselingan akan menggabungkan terlebih dahulu bahan mentah atau bahan setengah jadi. Misalnya sebuah mobil akan dibuat satu per satu dari ban, mesin, kerangka dan lainnya lalu semua itu digabungkan agar menjadi mobil yang siap digunakan oleh konsumen. Biaya Produksi Biaya Produksi Biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan atau produsen untuk dapat melakukan proses produksi dan menghasilkan output. Setiap kegiatan produksi terlebih dahulu harus menyiapkan faktor-faktor produksi yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk memperoleh faktor produksi, harus ada proses pembelian yang mengeluarkan biaya. Biaya produksi adalah nilai semua faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa. Biaya produksi ini dikeluarkan untuk bahan baku dan bahan setengah jadi, bahan penolong, upah tenaga kerja, modal, penyusutan aset, pajak, biaya listrik, biaya asuransi dan lain-lain. Biaya produksi dibagi menjadi biaya jangka pendek dan jangka panjang. Biaya Produksi Jangka Pendek Biaya jangka pendek dalam produksi adalah kondisi dimana perusahaan sudah memiliki faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Biaya jangka pendek dibagi lagi menjadi dua yaitu biaya langsung direct cost dan biaya tidak langsung indirect cost. Biaya Langsung Biaya langsung adalah seluruh biaya yang dikeluarkan langsung saat proses tertentu seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, listrik dan overhead. Biaya Tidak Langsung Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak bisa diidentifikasi secara langsung saat memproduksi barang atau jasa seperti biaya lampu dan AC di fasilitas tertentu. Biaya Produksi Jangka Panjang Pada proses produksi jangka panjang, output yang dihasilkan dapat meningkat karena tidak hanya bahan baku atau tenaga kerja saja yang berubah, tetapi mesin dan input tetal lain juga dapat bertambah. Biaya produksi jangka panjang juga mempengaruhi output yang dihasilkan. Cara meminimalisir biaya jangka panjang adalah dengan memperluas kapsitas produksi yang akan meminimalisir biaya produksi juga. Baca Juga 5 Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi Kesimpulan Produksi adalah kegiatan mengubah sumber daya menjadi produk jadi dalam bentuk barang dan jasa dengan tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk tersebut. Produksi terbagi tiga yaitu produksi primer, produksi sekunder dan produksi tersier. Untuk dapat melakukan proses produksi ada faktor yang harus dipenuhi yaitu sumber daya alam, tenaga kerja, modal dan wirausaha. Proses produksi sampai barang siap digunakan oleh konsumen dibagi menjadi empat yaitu proses produksi pendek, produksi panjang, produksi terus menerus dan produksi berselingan. Begitu pun dengan biaya produksi, ada biaya jangka pendek dan biaya jangka panjang. Proses produksi bisa terhambat jika ada kesalahan dan ketidakuratan dalam data yang digunakan. Saat ini banyak perusahaan manufaktur yang mengunakan sistem ERP. Kegiatan produksi dan berbagai departemen yang terlibat dapat terintegrasi dengan sistem ERP sehingga departemen produksi bisa mengelola dan menjalankan proses produksinya dengan cepat dan akurat. Software manufaktur MASERP memiliki fitur Bill of Material yang mempermudah Anda melihat semua purchase order PO yang masuk beserta ketersediaan bahan baku produksi. Fitur tersebut juga memudahkan Anda menentukan harga pokok produksi HPP sementara dan final setelah mendapatkan seluruh biaya pasti seperti tenaga kerja, bahan baku dan pemasaran. Fitur Batch Number dalam MASERP dapat membedakan produksi hari ini dan hari sebelumnya untuk menghindari double produksi dan Anda dapat mengevaluasi produk yang tidak sesuai standar. Anda juga dapat melakukan tracking umur piutang customer Anda dengan fitur reminder untuk piutang jatuh tempo setiap harinya agar dapat melakukan penagihan tepat waktu dan menjaga kesehatan cash flow. Fitur Quantity Minimum akan memberikan warning kepada Anda apabila persediaan fisik sudah berada pada jumlah di bawah Qty Min yang sudah disetting. Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP custom made yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami. Gratis!
Ketika mendengar kata manajemen, apa yang terekam dalam benak Anda? Jika Anda mengatakan manajemen seperti pengelolaan atau penataan, jawaban Anda tepat. Lalu, bagaimana dengan manajemen produksi? Apa kaitannya dengan dunia bisnis? Apa saja fungsi dan tujuan dari manajemen produksi? Sebelum menjawab dua pertanyaan terakhir, Anda perlu memahami pengertian dari Production management. Secara umum, manajemen produksi adalah pengelolaan produk dari bahan mentah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Untuk memahami lebih lengkap, di bawah ini adalah penjelasan mengenai pengertian dari manajemen produksi, fungsi, dan tujuannya. Simak dengan cermat dan teliti, ya. Pengertian Manajemen Produksi Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa production management merupakan sistem penataan yang mengatur produk belum jadi menjadi produk yang siap dipasarkan ke konsumen. Dalam hal pengelolaan, production management bertanggung jawab untuk mengawasi proses agar nantinya hasil sesuai apa yang telah dirumuskan pada perencanaan. Ketika proses berjalan dengan baik maka mudah bagi perusahaan untuk menentukan keputusan seperti produk mana yang sebaiknya diluncurkan ke masyarakat terlebih dahulu. Ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai apa itu manajemen produksi seperti Jay Heizer dan Barry Render serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dari bentuk barang dengan mengubah input menjadi output. Pandji Anoraga aktivitas yang dilakukan manusia mulai dari perencanaan, pengendalian hingga pengawasan untuk mencapai tujuan. Sofjan Assauri aktivitas yang menyatukan sumber daya manusia, modal, dan bahan baku untuk menciptakan nilai dari sebuah produk. Vinay Panicker proses konversi dari input tenaga kerja dan modal untuk menjadi output yang dalam hal ini menjadi barang atau jasa. Holstein perencanaan dan pengendalian proses untuk memastikan input dan output berjalan sesuai rencana. Ada dua hal yang terkait dengan manajemen produksi. Pertama, pembagian kerja. Dengan pembagian kerja yang tepat maka akan membantu proses produksi menjadi lebih efektif. Kedua, revolusi industri. Revolusi inilah yang menempatkan mesin sebagai pengganti tenaga manusia. Harapannya, segala target yang dicita-citakan perusahaan mudah tercapai. Tujuan Manajemen Produksi Setiap proses pasti memiliki tujuan. Berikut ini adalah tujuan dari manajemen produksi yang antara lain Mengelola sumber daya manusia agar dapat memaksimalkan kemampuan dengan tugas yang diberikan. Mengatur tenaga kerja agar sesuai dengan keahlian masing-masing. Mengelola alat produksi mulai dari pembelian hingga perawatan agar tidak terjadi kerusakan. Fungsi Manajemen Produksi Sumber Setelah memahami tujuan dari manajemen produksi, Anda pun perlu mengetahui fungsinya. Hal ini menjadi penting karena melihat pula transformasi dari bahan belum jadi menjadi bahan yang siap untuk dipasarkan. Perencanaan Sebelum melakukan proses produksi maka perlu perencanaan yang matang. Jika perencanaan dapat dilakukan dengan baik, hal tersebut akan membantu perusahaan dalam meminimalisir biaya produksi. Perusahaan pun bisa menetapkan harga dengan margin yang mampu menghasilkan keuntungan. Jasa Pendukung Ini adalah jasa yang digunakan untuk menunjang proses produksi. Fungsi yang kedua ini biasanya digunakan untuk menetapkan metode mana yang baik untuk produksi agar hasilnya sesuai dengan tujuan perusahaan. Proses Pengolahan Fungsi yang ketiga ini sangat penting karena digunakan untuk mengolah produk. Dalam prosesnya biasanya memanfaatkan sumber daya secara efektif dan lebih efisien. Pengawasan Agar tujuan perusahaan terencana dengan baik maka dibutuhkan pengawasan. Hal ini berfungsi untuk menjamin supaya proses produksi mengikuti ketentuan yang berlaku. Aspek Manajemen Produksi Sumber Ada tiga hal yang termasuk ke dalam aspek manajemen produksi yaitu 1. Perencanaan Produksi Perencanaan ini dilakukan agar proses produksi berjalan dengan lancar. Ketika hendak melakukan perencanaan maka harus ada keputusan awal yang perlu diambil. Sebagai contoh menentukan bahan baku, supplier, kuantitas, dan kualitas produk. 2. Pengendalian Produksi Tahapan kontrol menjadi penting agar proses produksi berjalan sesuai rencana. Dalam pengendalian produksi terdapat tiga hal yang harus diketahui yaitu membuat perencanaan, menentukan target pasar, dan menyusun jadwal kerja. Adanya pengendalian dimaksudkan agar proses produksi sejalan dengan tujuan perusahaan. 3. Pengawasan Produksi Ini hal yang cukup penting di dalam manajemen produksi yaitu pengawasan. Tanpa pengawasan yang rapi maka tidak mungkin proses produksi akan berjalan sesuai rencana. Tujuan dari pengawasan ini adalah proses produksi berjalan sesuai dengan tujuan awal perusahaan. Mulai dari segi alokasi waktu hingga anggaran yang telah dibuat perusahaan. Setelah memahami pengertian, tujuan, hingga fungsi manajemen produksi, Anda bisa menerapkannya dalam perusahaan. Agar mempermudah untuk mengelolanya, RUN System memiliki aneka layanan untuk production planning management Sebagai penyedia layanan ERP software, RUN System mampu mengelola bisnis lebih baik. RUN System memiliki aneka fitur untuk membantu keberlangsungan bisnis Anda lebih efektif. Daftar di sini untuk mendapat benefit yang lebih baik.
Empty modern creative agency office with dual monitors setup with processing video film montage. Video editing start up studio company with no people in it and post production software on pc displays Di dunia bisnis, baik itu berupa barang atau jasa, mengenal adanya proses produksi. Sebuah kegiatan yang, dalam jangka waktu tertentu, mampu mengubah bahkan meningkatkan nilai barang atau jasa. Proses tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan efektif apabila terjalin kerja sama yang baik. Untuk melalui proses produksi dengan baik maka dibutuhkan pengenalan tentang tahapan, jenis, dan karakteristik. Selain itu, untuk memahami secara umum maka dibutuhkan pengertian dari proses produk. Artikel di bawah ini akan membantu Anda untuk memahami proses produksi secara keseluruhan. Mulai dari pengertian, jenis, tahapan, hingga karakteristiknya. Oleh karena itu, penting bagi Anda, khususnya yang bergerak dalam dunia bisnis, wajib membacanya hingga tuntas. Pengertian Proses Produksi Sumber Secara umum, proses produksi adalah kegiatan produksi yang menggabungkan dari satu bagian ke bagian yang lain. Artinya, dalam setiap bagian terdapat tahapan yang perlu dilalui baik itu berupa proses menjadi barang atau berbentuk jasa. Barang adalah sesuatu yang mudah dipegang secara fisik dan ada jangka waktu. Sedangkan jasa, sebaliknya. Tidak mampu dipegang secara fisik dan tidak memiliki jangka waktu. Hasil dari proses produksi antara barang dan jasa memang berbeda. Namun, tujuannya sama yaitu menjadikan sesuatu yang bernilai lebih dari sebelumnya. Selain itu, bermanfaat tidak hanya untuk pebisnis melainkan pelanggan. Sehingga, muncul kepuasan pelanggan yang berdampak pada bisnis Anda. Tujuan Proses Produksi Agar lebih memahaminya, ada beberapa tujuan dari proses produksi yang perlu Anda ketahui yaitu Memberikan value terhadap barang atau jasa. Mendapatkan keuntungan sehingga berdampak pada kelangsungan bisnis. Menggantikan barang atau jasa yang tidak bisa digunakan rusak atau kadaluarsa. Memenuhi permintaan pasar, baik itu lingkup domestik maupun internasional. Menjaga keberlangsungan bisnis agar tetap survive. Jenis Proses Produksi Sumber Dalam jenis proses produksi terbagi menjadi empat jangka waktu yang di antaranya adalah Produksi dengan Jangka Pendek Jenis proses yang satu ini tidak akan membutuhkan waktu lama. Bahkan, boleh dikatakan produk, jika itu barang, adalah sesuatu yang instan. Contohnya adalah makanan cepat saji, martabak, roti goreng, dan lainnya. Sehingga, konsumen pun bisa dengan segera menikmati produk tersebut. Produksi dengan Jangka Panjang Jenis proses dengan jangka panjang pasti membutuhkan waktu lama. Hal tersebut dapat terlihat contoh seperti budidaya durian, kopi dan sejenisnya. Hitungannya tidak hanya hari atau minggu melainkan bulan. Produksi secara Terus-Menerus Jenis produksi yang dilakukan secara terus-menerus atau berkelanjutan. Sebab, selalu dibutuhkan oleh manusia. Contohnya seperti produksi kertas, gula, karet, dan masih banyak lainnya. Produksi secara Selingan Untuk jenis yang satu ini adalah menggabungkan sesama barang jadi. Misal, seperti produksi motor. Ada yang membuat rangkanya terlebih dahulu. Kemudian, ada yang menyiapkan mesin, roda, dan sejenisnya. Setelahnya, menggabungkan rangka dengan mesin sehingga menjadi barang jadi yaitu motor. Tahapan Proses Produksi Ada beberapa tahapan dalam proses produksi yang perlu Anda ketahui yaitu Konsep Ide adalah hal penting sebelum memulai membuat sesuatu. Ide perlu dimatangkan dan kemudian menjadi sebuah konsep. Ketika mampu merancang konsep dengan baik maka proses menjadi barang atau jasa akan lebih mudah. Riset Ketika selesai merancang konsep maka selanjutnya perlu melakukan riset. Nah, riset bisa dimulai untuk mengetahui target pasar. Kemudian, melihat siapa saja yang menjadi kompetitor. Tahu akan kelebihan dan kekurangan komputer. Yang penting juga adalah bagaimana dengan kebutuhan pasar. Pengembangan Desain Riset sudah selesai, Anda bisa berlanjut kepada pengembangan desain. Jika bisnis Anda menyasar dalam bentuk barang, Anda perlu menguji desain tersebut. Ketahanan dan tingkat kadaluarsa. Jika berupa jasa, Anda perlu mengetahui apakah harga yang Anda putuskan sesuai dengan kehendak konsumen. Pengujian Desain Nah, memasuki pengujian desain, Anda coba melempar ke pasar. Bagaimana tanggapan konsumen terhadap produk Anda. Apakah banyak yang pro atau kontra? Pengujian ini penting untuk mengukur seberapa penting kualitas produk bisnis kepada konsumen. Perbaikan Tidak ada proses produksi yang menanggalkan perbaikan. Setiap tahapan pasti akan ada perbaikan. Dari pengujian desain, Anda akan mengetahui mana yang menjadi kelemahan dari produk Anda. Apakah dari sisi desain, harga, promosi, atau kualitas pelayanan. Produk Jadi Setelah melakukan perbaikan, dan tentu saja evaluasi, Anda bersiap untuk melakukan peluncuran produk jadi. Produk, baik itu barang maupun jasa, harus menyediakan pemasaran yang baik dan efektif. Misal, memberikan harga promosi hingga batas waktu tertentu atau 50 konsumen pertama akan mendapatkan harga khusus. Ketika Anda memahami apa itu pengertian dari proses produksi, tujuan, jenis, hingga tahapan, Anda siap untuk berbisnis. Jika bisnis Anda ingin lancar, gunakan ERP software sebagai sistem untuk mengelola bisnis. Run System sebagai Penyedia Layanan ERP Software Sebagai penyedia layanan ERP software terbaik di Indonesia, RUN System menyediakan kemudahan bagi Anda. RUN System mampu memastikan bahwa proses produksi akan berlangsung lancar dan aman. Sehingga, mampu meningkatkan produktivitas dan biaya produksi dapat terkendali dengan baik. Daftar dan kelola sistem bisnis Anda dari sini.
Jakarta - Setiap perusahaan membutuhkan manajemen operasi yang tepat untuk melancarkan cara kerja perusahaan. Tanpa manajemen operasi yang ideal, ada banyak bentrokan atau kerugian yang mungkin ditimbulkan dalam adalah berbagai tugas manajemen operasi beserta pengertian dan contohnya!Mengutip Hery Prasetya dalam buku Manajemen Operasi, manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Hal ini meliputi kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa di semua organisasi, baik perusahaan manufaktur maupun jasa. Sementara itu, Fogarty menjelaskan manajemen operasi sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai Manajemen Operasi bagi PerusahaanAda sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan manajemen operasi. Berikut adalah lima manfaatnya menurut buku Teori dan Strategi Manajemen Operasional1. Peningkatan EfisiensiSalah satu tujuan yang penting dalam penerapan manajemen operasi adalah efisiensi. Peningkatan efisiensi akan membantu perusahaan untuk mencapai visi dan misi yang saling Peningkatan Efektivitas ProduksiManfaat kedua adalah meningkatkan efektivitas produksi. Peningkatan produktivitas dalam bisnis umumnya dipengaruhi oleh sistem yang diterapkan. Ketika sistem ditetapkan dengan baik, perusahaan dapat mengendalikan hal-hal yang sekiranya kurang Menekan Biaya ProduksiManajemen operasi mampu menekan biaya produksi perusahaan. Pada umumnya, pembengkakan biaya produksi dapat berdampak besar pada sebuah perusahaan. Dengan penerapan operasional yang tepat, perusahaan dapat melacak pengeluaran dan pendapatan yang terjadi untuk mengetahui tindakan selanjutnya dan menciptakan keseimbangan ekonomis dalam Peningkatan Kualitas ProduksiSelanjutnya, manajemen operasi berpengaruh pada peningkatan kualitas produksi. Melalui manajemen operasi, perusahaan dapat menyelidiki dan melakukan riset pasar untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh pasar. Manajemen operasi ini juga mengontrol dan mengawasi produk agar kualitasnya tetap terjaga dan Pengurangan Waktu ProsesTerakhir, manajemen operasi juga bermanfaat untuk mengurangi waktu dan proses produksi. Manajemen operasi dapat mengurangi waktu dan proses produksi melalui perencanaan yang tepat. Dengan mempersingkat waktu produksi, suatu perusahaan akan meraih keuntungan yang lebih besar Manajemen OperasiFungsi manajemen operasi dapat dibagi menjadi tujuh berdasarkan tugasnya, yaitu1. KeuanganDalam kategori fungsi ini, manajemen operasi mampu memanfaatkan keuangan semaksimal mungkin yang dilaksanakan dengan benar untuk memastikan terciptanya penciptaan barang dan jasa yang StrategiDalam hal strategi, manajemen operasi mendorong perencanaan taktik melalui sumber daya yang dioptimalkan dan pengembangan keunggulan kompetitif atas bisnis Desain ProdukManajemen operasi memastikan suatu produk telah dirancang dengan baik dan memenuhi tren pasar serta kebutuhan konsumen yang umumnya lebih mengutamakan kualitas daripada OperasiOperasi ini berkaitan erat dengan perencanaan pengorganisasian, pengarahan, dan kontrol keseluruhan dari semua kegiatan dalam organisasi. Manajemen operasi membantu mengubah bahan baku dan upaya manusia menjadi barang dan layanan yang tahan lama dan dapat dimanfaatkan konsumen dengan cara yang lebih Manajemen Rantai PasokDalam hal ini, manajemen operasi mampu mengelola proses rantai pasokan dengan mempertahankan kendali manajemen persediaan, proses produksi, distribusi, penjualan, dan sumber pemasok untuk memasok barang-barang yang dibutuhkan dengan harga yang Mengelola KualitasFungsi selanjutnya adalah mengelola kualitas. Manajemen operasi akan mengidentifikasi cacat proyek dan memperbaiki mereka untuk memastikan Perkiraan PermintaanFungsi terakhir dari manajemen operasi adalah memastikan bahwa pelanggan mendapatkan nilai layanan terbaik, yang berarti menerima apa pun yang mereka ingin secara cepat dan tepat dan Karakteristik Manajemen OperasionalMenurut Siti Rochmah dalam Buku Ajar Manajemen Operasi 1, ada tiga ciri dan karakteristik yang menggambarkan manajemen operasi, yaituMemiliki sebuah tujuan untuk menghasilkan barang dan kegiatan proses mekanisme yang mengendalikan suatu Manajemen OperasiManajemen operasi diperlukan di setiap jenis perusahaan, baik perusahaan berbasis perangkat lunak online atau perusahaan offline. Untuk mengelola keputusan bisnis secara efisien, perusahaan perlu membuat keputusan strategis di berbagai bidang yang berbeda sehingga berkontribusi pada keberhasilan organisasi secara keseluruhan. Area-area ini adalah sebagai berikutDesain Barang dan JasaPengetahuan tentang teknik riset pasar, tren, dan perkiraan masa depan sangat penting untuk merancang barang dan jasa yang berpusat pada pelanggan. Organisasi membutuhkan para profesional berbakat untuk menangani perancangan produk. Para profesional ini berselancar melalui prakiraan masa depan dan harapan pelanggan untuk merancang produk yang memenuhi kebutuhan dan keinginan LokasiDengan strategi lokasi, perusahaan dapat membuat barang yang diakses secara offline untuk pelanggan potensial di mana saja di seluruh dunia. Perusahaan dapat menetapkan cabang mereka di kota-kota besar untuk memberikan fasilitas maksimal kepada masyarakat dan meningkatkan bisnis mereka. Dalam hal layanan online, strategi lokasi tidak Rantai PasokanUntuk mengelola rantai pasokan secara efisien, manajer operasi memanfaatkan sistem informasi yang terintegrasi dengan teknik canggih. Dengan bantuan informasi yang tersedia, para manajer kemudian dapat memperkirakan permintaan pelanggan dan memastikan ketersediaan produk yang berpusat pada pelanggan di keberhasilan bisnis dalam jangka panjang, perusahaan perlu melakukan tugas pemeliharaan dengan serius. Manajemen operasi perusahaan harus menjaga sistem informasi dan memastikan kelancaran KualitasMenguji kualitas dan menghilangkan segala jenis kekurangan cukup penting untuk dilakukan sebelum meluncurkan produk di pasar. Manajemen Operasi bertanggung jawab atas manajemen itu, perusahaan juga bisa mengundang pelanggan untuk meninjau produk mereka dan mengirimkan feedback yang mendefinisikan perubahan yang mereka harapkan untuk diintegrasikan ke dalam barang. Kemudian, tugas manajer operasi adalah memastikan implementasi perubahan dan Strategi Tata LetakStrategi satu ini menghasilkan lingkungan kerja yang kreatif dan inovatif sehingga mengarah pada pengembangan perangkat lunak dan produk berbasis web yang berbagai tugas manajemen operasi, mulai dari mengelola desain produk yang sesuai tren, mengawasi kualitas produk, manajemen rantai pemasok, hingga mengatur perkiraan permintaan. Manajemen produk sendiri memiliki ciri-ciri seperti bertujuan menghasilkan barang dan jasa, mentransformasi proses kegiatan, dan mengendalikan suatu operasi. Simak Video "Alasan Jokowi dan Luhut Pakai Jasa Bule untuk Awasi Proyek IKN" [GambasVideo 20detik] des/fds
Tahukah kamu kalau karakteristik perusahaan jasa berbeda dengan perusahaan dagang? Dalam wujud bentuk produk yang dijual, perusahaan dapat dikategorikan menjadi perusahaan dagang dan jasa. Perusahaan dagang menjual produk yang dapat dilihat, disentuh dan disimpan. Sedangkan konsumen dari perusahaan jasa tidak dapat memegang produknya tetapi dapat merasakan manfaat setelah menggunakannya. Pengertian Perusahaan Jasa Seperti namanya, perusahaan jasa adalah bisnis atau usaha yang menyediakan produk tidak berwujud berupa jasa yang dibutuhkan konsumen untuk mendapatkan profit. Mereka menjual layanan mereka kepada klien dan biasanya dikenakan harga per proyek atau per jam. Salah satu contoh perusahaan jasa adalah kantor akuntan publik. Kantor akuntan publik memiliki pendapatan dari melakukan audit dan layanan audit sebuah perusahaan, menyiapkan semua hal yang dibutuhkan perusahaan terkit pajak bahkan melakukan pembukuan keuangan sebuah perusahaan. Akuntan profesional ini menjual jasa atau layanan mereka berdasarkan berapa lama waktu yang konsumen butuhkan untuk menyewa jasanya. Karakteristik Perusahaan Jasa Tidak Ada Produk Fisik Sebuah perusahaan jasa tidak memiliki stock produk karena yang dijual adalah produk yang tidak terlihat secara fisik. Produk yang dijual tidak terlihat bentuk fisiknya tetapi klien bisa merasakan manfaat dari jasa tersebut. Pendapatan perusahaan datang dari penjualan jasa. Layanan atau servis yang berkulitas ke pelanggan adalah kunci. Pelanggan yang mendapatkan pengalaman menyenangan menggunakan jasa Anda pasti akan loyal terhadap bisnis Anda. Karena tidak ada bentuk fisiknya, konsumen akan mengalami kesulitan untuk memahami produk apa yang ditawarkan, bagaimana proses saat menggunakan layanan tersebut dan apa manfaat yang akan mereka dapatkan setelah menggunakan layanan tersebut. Perusahaan jasa harus membuat manajemen strategi untuk membuat layanan tersebut nyata di mata konsumen dengan meningkatkan brand awareness dan memberikan bukti kepuasaan dari konsumen sebelumnya. Konsumen dapat merasakan keunggulan jasa dan keramahan karyawan ketika mereka sudah membeli dan menggunakan jasa tersebut. Seorang doker yang memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien adalah contohnya. Jika pasien tersebut puas dengan layanan atau segala resep yang diberikan, pasien akan merasa puas dan mungkin akan merekomendasikan dokter tersebut ke orang lain. Jasa Bervariasi atau Heterogen Setiap konsumen atau klien perusahaan jasa akan memperoleh jenis pelayanan yang berbeda dengan konsumen lain. Jasa yang diperoleh tiap konsumen tidak sama persis karena tergantung pada kebutuhan konsumen dan harga yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Setiap perusahaan jasa seringkali harus memodifikasi jasa yang sesuai untuk setiap keluhan dan keinginan konsumen. Tentu ini berbeda dengan perusahaan yang menjual produk dalam bentuk fisik. Anda sebagai konsumen akan mendapatkan produk yang memiliki bentuk dan hasil yang sama. Misalnya Anda membeli produk fashion sepatu, setiap konsumen yang membeli sepatu tipe A akan mendapatkan produk A dengan bentuk yang sama dan memiliki standar tertentu dari peusahaan. Yang membedakan hanya ukuran sepatu saja. Walaupun jenis layanan tiap konsumen tidak sama persis, tetapi setiap konsumen berhak mendapatkan pelayanan secara eksklusif. sifat layanan yang heterogen juga bisa menimbulkan respon atau komentar yang beragam. Seorang dokter yang memberikan layanan kesehatan mungkin akan dipuji oleh pasien A karena operasi berhasil, sementara pasien B bisa saja merasa kecewa karena resep obat yang diberikan menimbulkan alergi. Tidak Ada Harga Pokok Penjualan HPP Seorang konsumen mencari tenaga profesional untuk membantu memecahkan kesulitan yang mereka hadapi. Dalam hal ini, perusahaan jasa menjadi tenaga profesional yang membantu menyelesaikan masalah konsumen. Konsumen biasanya memiliki keluhan dan keinginan yang berbeda-beda, sehingga perusahaan jasa juga menawarkan solusi yang berbeda juga. Solusi tergantung pada keluhan mereka. Harga yang sudah ditetapkan oleh perusahaan jasa tergantung dengan jenis layanan yang ditawarkan dan kebutuhan dari konsumen. Tidak adanya kegiatan produksi barang menjadi salah satu karakteristik perusahaan jasa. Pada laporan keuangan perusahaan jasa tidak terapat informasi mengenai harga pokok penjualan. Baca Juga Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan Tidak Ada Persediaan Barang Perusahaan jasa menjual layanan yang tidak dapat disimpan sebagai inventaris untuk masa depan karena tidak memiliki produk fisik. Permintaan dan penawaran untuk layanan biasanya memiliki rentang waktu yang dekat antara satu sama lain. Jasa atau layanan harus diberikan kepada konsumen sesuai permintaan mereka. Sebagai contoh, produsen sepatu pasti bisa menyentuh dan melihat fisik produk mereka. Mereka juga bisa membuat stock sepatu dalam jumlah banyak dan menyimpannya di gudang produksi sebelum didistribusikan atau dijual ke konsumen. Perusahaan jasa cenderung minim dengn pencurian barang, penguapan ataupun penurunan kualitas yang biasanya terjadi pada produk yang disimpan terlalu lama. Tidak Ada Kepemilikan Tidak ada kepemilikan barang adalah salah satu karakteristik yang membedakan antara industri jasa dan dagang. Konsumen hanya memiliki akses pada penggunaan fasilitas setelah melakukan pembayaran. Anda bisa lihat pada angkutan umum. Ketika Anda menggunakan transportasi umum dari tempat satu ke tempat tujuan Anda kemudian membayarnya, kendaraan tersebut tidak menjadi milik Anda. Anda menggunakan jasa driver atau pun kendaraan sewanya. Produksi dan Konsumsi Berjalan Bersamaan Bisnis yang menghasilkan produk fisik melakukan produksi dan konsumsi barang dalam waktu yang berbeda karena biasanya barang perlu disimpan terlebih dahulu sebelum didistribusikan atau dikonsumsi. Berbeda dengan perusahaan jasa, produksi dan konsumsi harus dilakukan secara bersamaan. PLN sebagai perusahaan penyedia listrik harus mendistribusikan listrik tidak dapat menyimpan listrik secara fisik dan distribusinya tidak dapat ditunda di lain waktu. Beberapa jasa memerlukan kehadiran fisik konsumen agar kegiatan ekonomi dapat berjalan seperti transportasi, hotel, konseling dan salon. Perusahaan jasa tidak memerlukan tengkulak yang biasanya terdiri dari pedagang besar dan pengecer. Dalam kasus tertentu, sebuah agen jasa bertugas untuk mendapatkan klien bisnis misalnya asuransi. Keterlibatan Perusahaan Jasa dan Konsumen Perusahaan jasa dan konsumen biasanya memerlukan interaksi agar jasa yang diberikan bisa benar-benar menjawab keluhan dan keinginan konsumen. Perusahaan jasa dalam produksi dan penyampaian jasa harus berhati-hati dengan apa yang diproduksi dan bagaimana prosesnya karena hasil adalah hal yang penting. Layanan yang ditawarkan oleh guru, dokter, pengacara, mekanik mobil, perias wajah dan teller bank kepada pelanggan menentukan keberlanjutan bisnis jasanya. Dalam industri jasa, marketing adalah fasilitas bagi produsen dan konsumen saling berinteraksi dalam memahami dan menjelaskan bisnis dan produk. Kesimpulan Karakteristik perusahaan jasa yang paling menonjol adalah tidak adanya barang fisik yang bisa disimpan. Selain itu, perusahaan jasa tidak memiliki harga pokok produksi dan harga mutlak untuk semua jasa yang ditawarkan. Konsumen memiliki pilihan jasa yang bervariasi sesuai dengan masalah yang mereka temui. Setelah membayar produk, konsumen tidak memiliki hak atas kepemilikan barang. Berbeda dengan perusahaan dagang, setelah membayar Anda akan mendapat barang fisik. Akuntansi memegang peran vital dalam keberlangsungan perusahaan atau bisnis, baik itu perusahaan jasa ataupun dagang. Sebuah bisnis membutuhkan sebuah teknologi yang dapat membantu dalam aktivitas pembukuan dan laporan keuangan. Di zaman sekarang yang serba digitalisasi, banyak perusahaan atau bisnis yang memilih menggunakan tenaga profesional atau teknologi berupa software akuntansi untuk membuat laporan keuangan perusahaan, salah satunya MASERP. Tentu saja ini akan memberikan banyak poin plus karena bisa meningkatkan efisiensi perusahaan Anda dan meminimalisir human error dalam pencatatan laporan bisnis. Semoga artikel ini dapat menambah pemahaman Anda mengenai karakteristik perusahaan jasa yang pastinya berbeda dengan perusahaan dagang. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
salah satu bentuk perusahaan jasa yang membantu proses produksi adalah